Dinamika dan Perkembangan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia Provinsi Sulawesi Utara

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia, yang dikenal dengan akronim PAFI, merupakan organisasi profesi ilmiah sekaligus asosiasi farmasi tertua di Indonesia. Organisasi ini didirikan oleh para ahli farmasi pada 13 Februari 1946 di Hotel Merdeka, Yogyakarta.

Tujuan utama pembentukan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia Provinsi Sulawesi Utara  adalah untuk menghimpun para ahli farmasi yang jumlahnya masih sangat terbatas saat itu, dengan semangat berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui keahlian mereka.

Dinamika dan Perkembangan PAFI Provinsi Sulawesi Utara

Pada awal pendiriannya, PAFI dihadirkan sebagai wadah untuk para ahli farmasi Indonesia yang ingin menggabungkan keahlian mereka demi kemajuan bangsa. Dengan jumlah ahli farmasi yang masih sedikit, organisasi ini menjadi penting untuk menyatukan visi dan misi para praktisi farmasi.

Pendiriannya di Hotel Merdeka, Yogyakarta, mencerminkan semangat kemerdekaan dan dedikasi para ahli farmasi untuk berkontribusi dalam era baru Indonesia yang merdeka.

Awal Kehadiran PAFI SULUT

Di Sulawesi Utara, PAFI hadir sebagai hasil dari kepedulian para senior yang aktif dalam bidang kefarmasian. Kehadiran PAFI di daerah ini dimulai pada tahun 1978 dengan ketua pertama Bapak Jopie Watung. Namun, karena kurangnya konsolidasi dan kesibukan masing-masing anggota, PAFI SULUT sempat mengalami stagnasi.

Revitalisasi PAFI SULUT

Pada tahun 1988 hingga 1989, atas keprihatinan para aktivis farmasi, PAFI SULUT diaktifkan kembali dengan ketua Bapak Jhon Schaduw. Periode ini menandai kembalinya organisasi ini ke dalam kancah profesi kefarmasian di Sulawesi Utara. Hingga tahun 2008, PAFI SULUT terus berkembang dan membawa nuansa baru dalam komunitas farmasi di daerah tersebut.

Pemilihan Pengurus dan Legalitas

Untuk menjaga legalitas organisasi, pada tahun 2009 diadakan Musyawarah Daerah PAFI SULUT Pertama yang bertujuan untuk memilih pengurus baru. Langkah ini penting untuk memastikan keberlanjutan dan legitimasi organisasi dalam mendukung profesi kefarmasian di Sulawesi Utara.

Era Kompetitif dan Paradigma Baru

Seiring berjalannya waktu, PAFI, baik secara nasional maupun lokal di Sulawesi Utara, terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Organisasi ini mengalami dinamika yang signifikan, terutama dalam menghadapi era kompetitif.

Sebelum tahun 2014, PAFI hanya mengakomodir profesi Asisten Apoteker. Namun, setelah tahun 2014, organisasi ini mulai mengakomodir anggota yang disebut Tenaga Teknik Kefarmasian (TTK).

Regulasi Baru

Perubahan ini didorong oleh hadirnya Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2009 dan Undang-Undang No. 36 Tahun 2014 yang mengatur tentang tenaga kesehatan dan praktik kefarmasian. Regulasi ini menuntut adanya penyesuaian dalam struktur dan keanggotaan PAFI, sehingga organisasi dapat terus relevan dan mampu memenuhi kebutuhan anggota serta masyarakat.

PAFI, sebagai organisasi profesi farmasi tertua di Indonesia, telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mendukung dan mengembangkan profesi farmasi di Indonesia. Dari awal pendiriannya hingga sekarang, PAFI terus beradaptasi dengan perubahan dan tantangan zaman.

Di Sulawesi Utara, perjalanan panjang dan dinamika yang dihadapi PAFI menunjukkan betapa pentingnya solidaritas dan konsistensi dalam organisasi profesi. Dengan mengikuti regulasi terbaru dan mengakomodir perkembangan profesi, PAFI tetap menjadi pilar kuat dalam dunia kefarmasian di Indonesia.

Bergabunglah dengan PAFI untuk bersama-sama membangun masa depan farmasi Indonesia yang lebih baik. Dengan menjadi anggota, Anda akan mendapatkan dukungan, pembaruan pengetahuan, dan kesempatan berkolaborasi dengan para ahli farmasi lainnya. Mari bersama-sama berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di Indonesia.

Bergabung dengan https://pafiprovsulut.org/ memungkinkan Anda menjadi bagian dari komunitas profesional yang berkomitmen untuk memajukan ilmu dan praktik kefarmasian. Dapatkan akses ke berbagai pelatihan, seminar, dan jaringan profesional yang luas. Bersama PAFI, mari wujudkan visi untuk pelayanan kesehatan yang lebih baik dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *