Bisnis

Jejak Keluarga Kirana di Maskapai Super Air Jet yang Siap Terbang 1 Agustus 2021

Maskapai penerbangan Super Air Jet siap mengudara pada 1 Agustus 2021. Maskapai ini telah mengantongi sertifikat operator penerbangan atau AOC dari Kementerian Perhubungan.

Super Air Jet telah membuka penjualan tiket penerbangannya di situs resmi perusahaan. Maskapai yang disebut-sebut akan menjadi pesaing pesawat kelas low cost airlines atau LCC di Indonesia itu menyediakan sejumlah rute penerbangan domestik.

Corporate Communication Super Air Jet Carolina Lestari Sirati belum berkenan mendetailkan informasi penerbangan maskapainya. “Masih mau disesuaikan dengan keadaan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat,” kata Carolina dikutip dari Majalah Tempo edisi 26 Juli 2021.

Berdiri sebagai maskapai anyar, Grup Lion Air–perusahaan pesawat milik keluarga Rusdi Kirana–berada di belakang Super Air Jet. Motif pendirian maskapai oleh keluarga Kirana berembus di tengah krisis pandemi Covid-19 saat penumpang Lion Air Group anjlok.

Debtwire, penyedia layanan data dan analisis kredit, mengungkapkan adanya pemindahan dana dari rekening PT Lion Mentari Airlines di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada Februari 2021. Dana senilai Rp 518 miliar diduga mengalir ke rekening PT Super Air Jet.

Dana lain sebesar Rp 450 miliar ditujukan kepada PT Flyindo Aviasi Nusantara. Flyindo adalah penyedia pesawat carter yang lebih dulu mengantongi surat izin usaha penerbangan dari Kemenhub.

12 Selanjutnya

Jejak grup Lion terlihat juga di akta pendirian PT Super Air Jet. Dua nama tercatat sebagai pemegang saham Super Air Jet. Mereka adalah Presiden Direktur Lion Mentari Airlines Rudy Lumingkewas dan Direktur Utama PT Wings Abadi Airlines Achmad Hasan.

Saham Super Air Jet terbesar dikantongi oleh PT Kaib Kita Top. Kerabat Rusdi Kirana, Farian Kirana, merupakan pemilik saham perusahaan tersebut. Ia berbagi porsi saham dengan Davin Putra, putra Rusdi Kirana.

Farian juga mengempit 50 persen saham di Flyindo Aviasi Nusantara. Sedangkan anak Rusdi lainnya, Denis Febrian, menguasai sisa saham Flyindo. Direktur Utama Lion Air Group Edward Sirait menjabat sebagai komisaris perusahaan dibantu Daniel Putut Kuncoro. Saat ini Daniel adalah Direktur Keselamatan dan Keamanan Lion Air Group.

Seperti apa trik keluarga Kirana membangun bisnis maskapai anyar di tengah pandemi dan bagaimana posisi bisnis Super Air Jet? Simak artikel lengkapnya di Majalah Tempo edisi 26 Juli 2021. Artikel dapat diakses melalui situs https://majalah.tempo.co/read/ekonomi-dan-bisnis/163728/trik-rusdi-kirana-menyelamatkan-lion-air-dari-jepitan-utang-membuat-super-air-jet .

FRANCISCA CHRISTY ROSANA | MAJALAH TEMPO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.