Kalah Nyaleg, Vicky Prasetyo Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan Proyek Sebesar Rp 1,8 Miliar

Vicky Prasetyo terjerat kasus hukum setelah gagal nyaleg dalam Pemilu 2024. Vicky Prasetyo dilaporkan atas dugaan kasus penipuan oleh seorang kontraktor bernama Omrive Manurung. Mantan suami Kalina Oktarani ini dilaporkan terkait penipuan pembangunan proyek di Karawang Barat.

Kuasa hukum Omrive Manurung, Alex Safri Winando mengungkapkan bahwa Vicky Prasetyo telah melakukan penipuan terhadap proyek pembangunan arena olahraga dan konstruksi jalan. "Hari ini kami membuka laporan polisi terhadap Saudara Vicky Prasetyo atas perbuatan tindak pidana penipuan terhadap klien kami dalam proyek mini soccer dan juga konstruksi jalan beton yang ada di Jalan Lingkar Hanyu Pura," ungkap Alex, dikutip dari YouTube CumiCumi, Sabtu (2/3/2024). Dikatakan Alex, proyek tersebut telah berjalan sejak September 2023.

"Proyek sudah mulai berjalan dari tanggal 12 September 2023 sampai dengan Oktober 2023 dan selesainya 50 persen di Desember 2023," ujar Alex. Soal kerugian kliennya, Alex menuturkan telah mencapai angka Rp 1,8 miliar. Kalah Nyaleg, Vicky Prasetyo Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan Proyek Sebesar Rp 1,8 Miliar

Usai Gagal Nyaleg, Vicky Prasetyo Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan Proyek Rp 1,8 Miliar Vicky Prasetyo Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penipuan Rp 1,8 Miliar Vicky Prasetyo Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan Proyek, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar

Nasib Vicky Prasetyo Usai Nyaleg, Kini Dipolisikan atas Dugaan Penipuan Proyek Rp 1,8 Miliar Gawat, Vicky Prasetyo Diadukan ke Polisi atas Dugaan Penipuan Proyek, Capai Rp 1,8 Miliar Vicky Prasetyo Dipolisikan Atas Dugaan Penipuan Proyek Senilai Rp1,8 Miliar Setelah Kalah Nyaleg

Tagihan Proyek Rp 1,8 Miliar Mangkrak, Vicky Prasetyo Dipolisikan Kontraktor atas Dugaan Penipuan Kerugian tersebut berasal dari 3 proyek yakni 2 arena olahraga dan 1 kontruksi jalan beton. "Kerugian yang dialami oleh klien kami sebesar Rp 1.841.800.000 untuk 3 pekerjaan, 2 unit mini soccer dan 1 unit konstruksi jalan beton di lokasi proyek tersebut," tuturnya.

Proyek sudah berjalan 50 persen, namun hingga detik ini Vicky Prasetyo belum juga membayar tagihan. "Progres pekerjaan sudah sampai 50 persen sampai dengan hari ini Saudara Vicky Prasetyo tidak juga membayarkan tagihan ini," bebernya. Alex memaparkan bahwa kliennya telah menerbitkan total tagihan yang harus dibayar, namun Vicky hanya mengumbar janji.

Hingga hari ini, Vicky belum juga menepati janjinya untuk membayar tagihan tersebut. Alex menyebut, kliennya juga telah menghubungi Vicky melalui pesan WhatsApp. "Diterbitkan invoice untuk penagihan kepada Vicky Prasetyo dijanjikan akan dibayarkan."

"Selain melalui invoice , klien kami juga sudah menghubungi melalui pesan WhatsApp." "Terakhir di tanggal 27 Februari Vicky Prasetyo mengatakan akan diturunkan biaya namun sampai hari ini uang tersebut tidak dibayarkan," papar Alex. Direncanakan selesai Desember 2023, namun apa mau dikata proyek tersebut terpaksa harus dihentikan.

Hal itu menurut Alex, lantaran kliennya keberatan untuk melanjutkan proyek tersebut setelah Vicky tak kunjung membayar tagihannya. "Seharusnya kelas Desember 2023 namun ada kendala karena Saudara Vicky tidak bayar maka klien kami juga keberatan melanjutkan proyek ini," katanya. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *