Kenali Jenis-Jenis Neuropati

Seseorang yang bekerja dalam dunia perkantoran tentunya melakukan aktifitas atau gerakan yang berulang seperti mengetik dan menggerakkan mouse gerakan ini yang dilakukan dalam waktu yang lama akan menyebabkan kesemutan dan nyeri di salah satu bagian tubuh. Kondisi semacam ini dikenal dengan istilah Neuropati. Neuropati merupakan salah satu gangguan pada saraf yang membuat proses pengiriman sinyal pada saraf pusat dan tulang belakang untuk disalurkan ke seluruh tubuh menjadi terganggu.

Kondisi ini membuat sistem saraf tepi tidak dapat mengirimkan sinyal sakit ke bagian otak. Bila ini terus dibiarkan akan menyebabkan sindrom neuropati. Neuorapati sendiri masih dibagi menjadi beberapa jenis, supaya anda bisa memahami neuropati secara mendalam maka, pada artikel ini akan membahas tentang jenis-jenis neuropati.

Apa Saja Jenis-Jenis Neuropati?

Mononeuropati

Mononeuropati terjadi akibat gangguan atau kerusakan pada salah satu saraf tepi ditubuh manusia. Kondisi ini biasanya disebabkan karena cidera fisik atau trauma yang dialami atau karena kecelekaan.

Akibat yang biasanya ditimbulkan adalah seperti memiliki penglihatan ganda (melihat benda kadang berwujud lebih dari satu) dengan disertai rasa sakit pada mata, kelumpuhan di salah satu sisi wajah atau yang biasa disebut dengan istilah Bell’s Palsy, nyeri pada bagian tungkai, dan kekuatan jari yang melemah dengan disertai gejala kesemutan.

Polineuropati

Jenis neuropati yang berikutnya adalah Polineuropati. Neuropati jenis ini biasanya menggambarkan kerusakan yang terjadi di berbagai saraf dalam tubuh, baik otonom, sensorik, motorik, dan kombinasinya. Saat saraf sensorik dan motorik terjadi kerusakan, maka kondisi ini disebut dengan polineuropati sensorimotor.

Apabila seseorang telah melakukan diagnosis dan ternyata positif menderita neuropati, maka dokter biasanya akan mencari apa yang menjadi penyebab neuropati suaya dapat ditentukan jenis neuropatinya.

Untuk bisa mengatasi neuropati jenis ini maka harus dilakukan pengobatan yang tepat sesuai kondisi yang anda alami. Biasanya dalam pengobatannya dibutuhkan waktu yang cukup lama dalam merasakan efek pengobatan yang telah dilakukan oleh dokter, jadi penderita neuropati jenis ini harus bersabar dalam memulihkan diri. Dalam beberapa kasus biasanya neuropati ada yang bisa sembuh total dan sebagian tidak.

Neuropati otonom

Neuropati otonom terjadi saat saraf dari sistem saraf tak sadar telah terjadi kerusakan. Misalnya fungsi saraf tak sadar untuk mengontrol kerja jantung, sirkulasi darah, pencernaan, kelenjar keringat dan lain-lain.

Pada umumnya neuropati otonom disebabkan oleh diabetes parah dan penyakit sistemik, misalnya gagal ginjal dan kanker. Penyakit sistemik merupakan gejala penyakit yang terjadi pada salah satu organ tubuh yang berhubungan dengan sistem metabolisme yang ada dalam tubuh manusia.

Neuropati kranial

Neuropati kranial merupakan suatu kondisi kerusakan saraf yang terjadi pada salah satu dari 12 saraf kranial. Saraf kranial senidiri merupakan saraf yang bergerak dari otak atau batang otak manusia.

Saraf ini memiliki pengaruh pada area kepala seperti wajah dan mata. Neuropati kranial niasanya kerapkali terjadi pada saraf kranial III, kondisi kerusakan pada saraf ini bisa menyebabkan kelumpuhan pada mata.

Neuropati praksimal

Jenis neuropati berikutnya yaitu neuropati proksimal. Neuropati jenis ini merupakan bentuk neuropati yang paling umum kedua. Neuropati proksimal merupakan jenis neuropati yang sangat berpengaruh terhadap saraf anggota tubuh yang lebih dekat ke batang tubuh atau dikenal dengan istilah torso.

Bentuk neuropati jenis ini meliputi kerusakan saraf yang terjadi pada area lengan atas, paha, pinggul, dan area gluteal pada tubuh Anda. Jenis neuropati ini biasanya asimetris artinya tidak memeliki pengaruh terhadap kedua sisi tubuh secara merata, namun dapat menyebar ke sisi yang lain.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *