Bisnis

Terkini Bisnis: Investigasi Kilang Pertamina hingga Kronologi Kebakaran

Berita terkini ekonomi dan bisnis sejak pagi hingga Ahad siang ini, 14 November 2021 dimulai dari PT Pertamina (Persero) yang sedang menginvestigasi penyebab kebakaran tangki di kilang refinery unit atau RU IV Cilacap dan bos Pertamina ungkap kronologi kebakaran kilang Cilacap.

Adapula Kementerian PUPR menginstruksikan pengelola mengoptimalkan pengoperasian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang telah dibangun pada tahun 2017-2018 dan BEI berharap dua anak usaha BUMN tercatat di Bursa Efek Indonesia di akhir tahun ini.

Berikut empat berita terkini yang menarik perhatian pembaca hingga siang ini:

1. Pertamina Masih Investigasi Penyebab Kebakaran Kilang Cilacap

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan pihaknya menginvestigasi penyebab kebakaran tangki di kilang refinery unit atau RU IV Cilacap, Jawa Tengah. Ia hanya menyampaikan bahwa insiden ini jadi pelajar penting bagi Pertamina.

“Kami akan melakukan investigasi lebih lanjut tentang kejadian ini,” kata Nicke dia dalam konferensi pers virtual pada Minggu pagi, 14 November 2021.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di tangki 36T102 sekitar pukul 19.15 WIB, Sabtu, 13 November. Penyebab kebakaran sementara belum diketahui. Namun saat insiden terjadi, area kilang diguyur hujan lebat disertai petir.

Pada saat kebakaran, tim di lapangan melaporkan bahwa tangki 36T102 berisi Pertalite. Tangki memiliki volume 31 ribu hingga maksimal 39 ribu dengan level 15,9-20 meter.

Saat ini, kata Nicke, langkah awal yang dilakukan Pertamina adalah memastikan keamanan dari pegawai mereka di kilang. Lalu, Pertamina juga ingin memastikan semua masyarakat berada dalam kondisi yang sama.

Menurut Nicke, Pertamina akan menyiapkan tim medis bila memang diperlukan. Ia menyebut keamanan masyarakat jadi penanganan prioritas bagi Pertamina.

Simak berita tersebut di sini.

123 Selanjutnya

2. Pertamina Ungkap Kronologi Kebakaran Kilang Cilacap dan Isi Tangki

PT Pertamina (Persero) menyatakan tangki yang terbakar di area Kilang Cilacap, Jawa Tengah, telah berhasil dilokalisasi melalui penanganan intensif dan defensif.

General Manager Kilang Cilacap Eko Sunarno mengatakan insiden kebakaran terjadi pukul 19.10 WIB menimpa tangki 36 T-102.

“Tangki ini berisi komponen produk Pertalite sebanyak 31 ribu kiloliter,” kata Eko dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Minggu 14 November 2021.

Ketika terjadi kebakaran, Pertamina langsung melakukan alih tangki komponen produk Pertalite yang tidak terbakar di tangki 36 T-101 ke Terminal BBM Lomanis.

Dalam upaya memadamkan api, perseroan menggunakan foam monitor dengan kapasitas penuh, water sprinkel, dan truk pemadam agar api tak menyebar ke tangki-tangki lain.

Simak berita tersebut di sini.

3. Menteri PUPR Minta Tingkat Kehilangan Air SPAM Narmada Berkurang

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menginstruksikan pengelola mengoptimalkan pengoperasian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu kota Kecamatan (IKK) Narmada, Kabupaten Lombok Barat yang telah dibangun Kementerian pada tahun 2017-2018.

Hal itu disampaikan Basuki setelah mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan jalan Bypass BIL – Mandalika, sambil meninjau infrastruktur air bersih di sekitar Kota Mataram.

“Saya minta ke depan agar dapat dikurangi tingkat kehilangan air (non revenue water) dalam pengelolaan SPAM IKK Narmada ini ke angka 20 persen sesuai standar. Kalau berhasil nanti akan kami bantu penambahan kapasitasnya, salah satunya dari Bendungan Meninting yang saat ini tengah dibangun dan akan selesai akhir 2023,” kata Basuki dalam keterangan tertulis Ahad, 14 November 2021.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Nusa Tenggara Barat Ika Sri Rejeki mengatakan, pembangunan SPAM IKK Narmada dilaksanakan sejak Februari 2017 dan selesai Agustus 2018 berkapasitas 150 liter/detik, dengan biaya Rp 52,6 miliar.

Pekerjaannya mencakup pembuatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kapasitas 150 liter per detik dan bangunan pelengkap, bangunan reservoir kapasitas 2.600 m3 dan pemasangan Pipa HDPE.

Simak berita tersebut di sini.

Sebelumnya 123 Selanjutnya

4. BEI Harap 2 Anak Usaha BUMN Ini Melantai di Bursa Efek pada Akhir 2021

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia atau BEI I Gede Nyoman Yetna berharap dua anak usaha BUMN tercatat di Bursa Efek Indonesia, yaitu PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk dan PT Adhi Commuter Properti Tbk.

“Pada akhir tahun 2021, diharapkan 2 (dua) anak usaha BUMN yang akan tercatat di Bursa Efek Indonesia, yaitu PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk dan PT Adhi Commuter Properti Tbk,” kata Nyoman Yetna dalam keterangan tertulis Ahad, 14 November 2021.

Hal ini, kata dia, menandakan besarnya dukungan dan komitmen dari pemerintah, khususnya Kementerian BUMN dan juga pelaku industri untuk memanfaatkan Pasar Modal Indonesia sebagai house of growth.

Dia juga merespons ihwal beberapa pemberitaan yang beredar sebelumnya mengenai rencana IPO dari beberapa Unicorn dan BUMN/Entitas Anak BUMN.

“Tentunya kami optimis dan terus mendukung rencana perusahaan-perusahaan tersebut untuk IPO dan mencatatkan sahamnya di Bursa pada tahun 2022,” kata dia.

Simak berita tersebut di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.